Perilaku pelajar sebagai individu yang dianggap menyimpang
dan merupakan sebagai masalah sosial,
pada dasarnya bersumber dari sistem sosial terutama dalam pandangan
disorganisasi sosial sebagai sumber masalah. Hal ini dapat dilihat bahwa pada
umumnya para pelajar yang mengalami gejala disorganisasi sosial seperti masalah
dalam keluarga, ,maka norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan
mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga memungkinkan
terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilakunya
Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam
menilai ada tidaknya hubungan antara
perilaku menyimpang atau kenakalan pelajar dengan disorganisasi sosial,
terutama masalah dalam keluarga, (Masngudin HMS : wordpress.com/2008), yaitu :
1. Hubungan dengan sikap orang tua dalam pendidikan Salah satu sebab kenakalan
yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam
mendidik anaknya. Mereka yang orang tuanya otoriter, dan tidak memperhatikan
sama sekali pendidikan anaknya, sering
melakukan kenakalan khusus, ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap
kehidupan anak. 2. Hubungan dengan pekerjaan orang tua Untuk mengetahui apakah
perilaku menyimpang atau kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya, artinya tingkat
pemenuhan kebutuhan hidup. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran
kemampuan ekonomi, guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal ini perlu diketahui
karena dalam keseharian orang tua terkadang tidak mampu dan melalaikan tugas
sosial keluarga, karena kesibukannya dalam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya. 3. Hubungan dengan keutuhan keluarga Secara teoritis keutuhan
keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan pelajar. Artinya banyak terdapat
anak-anak pelajar yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh, baik dilihat
dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga, namun
ketidakutuhan struktur keluarga bukan
jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan. Namun jika dilihat dari keutuhan dalam
interaksi, terlihat jelas bahwa yang melakukan kenakalan khusus berasal dari
keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi. Jadi ketidak berfungsian
keluarga untuk menciptakan keserasian dalam interaksi mempunyai kecenderungan
anak pelajarnya melakukan kenakalan. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau
interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin
berat, yaitu pada kenakalan khusus. seperti hubungan seks di luar nikah,
menyalahgunakan narkotika, kasus pembunuhan, pemerkosaan, kumpul kebo, serta
menggugurkan kandungan. Lihat Selengkapnya
0 komentar:
Posting Komentar