Mata Kuliah: Sosiologi Perilaku Menyimpang
Ada banyak hal menyulitkan kita untuk menandakan apakah itu perilaku menyimpang atau tidak. Lalu bagaimana kita bisa membedakannya?
Kita dapat melihat penyimpangan dari berbagai sudut pandang, berikut diantaranya:
1. Statistik
Berdasarkan sudut pandang statistik, dikatakan menyimpang dapat dilihat melalui angka statistik dan dilihat pada kondisi saat itu/perilaku yang sama dengan membandingkan data statistik yang ada. Singkatnya kita dapat melihat apakah hal tersebut menyimpang apabila dalam data statistik yang ada hal tersebut rasionya lebih sedikit dibanding yang lain, yang jarang dilakukan oleh kebanyakan orang. Contohnya: Dalam data statistik, pemakai narkoba lebih sedikit daripada yang tidak memakai narkoba berarti dapat dikatakan memakai narkoba merupakan perilaku menyimpang.
2. Absolut
Ada pepatah mengatakan "Sekali di udara tetap di udara" begitu pula dalam sudut pandang absolut "Sekali menyimpang tetap menyimpang". Jadi setiap orang yang pernah melakukan penyimpangan, akan tetap melakukan penyimpangan, terlepas itu bisa disembuhkan atau tidak. Konsep ini banyak dianut oleh para psikolog, misalnya saja seseorang yang kecanduan narkoba walaupun sudah di rehabilitasi, kemungkinan besarnya orang tersebut akan kembali menjadi pemakai.
3. Reaktivis
Dalam sudut pandang reaktivis, melihat penyimpangan sebagai perilaku atau kondisi yang dilabelkan menyimpang oleh orang lain yang kemudian menimbulkan reaksi. Misalnya, orang pasti akan bereaksi apabila melihat sesuatu yang aneh/tidak sesuai/menyimpang. Apabila tidak ada reaksi apapun dari orang sekitar maka hal tersebut tidak dapat dikatakan menyimpang, berarti hal tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi. Tetapi sudut pandang ini tidak bisa dipakai secara penuh dan tidak bisa hanya mengandalkan reaksi seseorang saja, karena belum tentu banyak yang merespon terhadap tindakan/perilaku seseorang. Hal ini terjadi karena, saat ini seiring perkembangan zaman masyarakat semakin skeptis terhadap apapun.
4. Normatif
Norma yang menentukan apakah perilaku tersebut dapat dikatakan menyimpang atau tidak, baik tertulis ataupun tidak. Kembali lagi pada norma, yang kita ketahui norma ada empat; Agama, hukum, kesopanan, dan kesusilaan.
Sumber:
- Perkuliahan 19 Maret 2018. Mata Kuliah Sosiologi Perilaku Menyimpang, FIS-UNJ.
Read more...